Senin, 03 April 2017

Musik Gregorian

Pada Abad pertengahan, gereja memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Barat termasuk dalam perkembangan musik. Pada awal masa itu, muncul musik Gregorian (600-1200) yaitu sebuah bentuk seni musik yang pertama dalam sejarah musik Eropa. Musik ini dikembangkan oleh para biarawan saja.

Ciri-ciri musik gregorian ini adalah:
a. Merupakan musik gereja yang dipergunakan dalam upacara keagamaan gereja Katholik.
b. Bersifat vokal dan hanya mengandung satu suara, tanpa alat musik.
c. Musik ini menggunakan teks teks bahasa latin dan bersifat tetap.
d. Bersifat diatonis, artinya menggunakan 7 nada pokok c-d-e-f-g-a-b. Nada cis, dis, dan sebagainya tidak digunakan dalam musik ini.
e. Disusun berdasarkan modus-modus Doris (D), Frigis (E), Lydis (F), dan Myxoldys (G). Jadi, tidak mengenal mayor-minor seperti dalam musik tonal.
f. Tidak mengenal metrum (3/4, 6/8, 4/4), tetapi berdasarkan sistem ritmik tertentu (irama bebas).
g. Ditulis dengan notasi khusus. Pencetak tulisan musik atau notasi musik adalah Guido d'Arezzo.

Pelopor musik pada Abad Pertengahan antara lain: St Gregorius Agung, St. Hildegard dari Bingen, Guillaume de Machaut, Francesco Landini, Guido d'Arezzo, Guilanme Dufay dari Prancis, Hanz Sachs.

Musik Duniawi Satu Suara

Musik Banyak Suara (Organum)

Abad ke-11 sampai abad ke-14 terjadi perubahan besar dalam musik di Eropa. Mereka mulai menambahkan suara ekstra dalam nyanyian atau lagu lagu sehingga sebuah lagu dapat terdiri dari 2-6 suara. Musik bersifat harmonis, artinya paduan suara atau bunyi sangat diperhatikan secara vertikal. Gaya musik ini dikenal dengan organum. Kemunculan gaya musik organum menjadi awal perubahan dalam musik Barat, dari musik monofonik (satu suara) ke polifonik (banyak suara).

Sejarah Musik Manca Negara Di Zaman Yunani Dan Romawi Kuno

Para ahli meyakini bahwa musik Barat lahir dalam masyarakat Yunani dan Romawi Kuno sekitar tahun 500 SM-300 SM. Hal itu didasarkan atas beberapa fakta, yakni ditemukannya satu lusin dokumen atau tulisan musik bangsa Yunani Kuno yang hingga ini belum ditafsirkan secara pasti. Bangsa Yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik barat. Mereka menyusun 2 tetrachord (dari phytagoras) yang membentuk sebuah tangga nada diatonis dalam satu oktaf. Menurut mitologi Yunani Kuno, musik dianggap sebagai ciptaan para dewa dewi yang dapat menyempurnakan tubuh dan jiwa manusia, serta dapat menumbuhkan mukjizat.

Ciri ciri musik Yunani Kuno adalah sebagai berikut:

Bersifat Monofonik (satu suara) dan heterofonik (sebuah melodi yang dibunyikan serentak dengan satu atau beberapa variasi melodi yang sama).Mengenal interval konsonan (oktaf, kwint, dan kuart) dan disonan (sekonda, terts, seksta, dan septim).Sudah ada praktik improvisasi, namun diatur lewat aturan-aturan dan gaya dengan menggunakan beberapa pola melodi yang mendasar.Ada hubungan erat antara teks dan musik, antara melodi ucapan dan irama puisi.Musik Yunani Kuno mengenal 15 macam modus, yang dikemudian hari disederhanakan oleh Ptolemeus (abad ke -2M) menjadi 7 modus.

Ars Nova / Art Nouveau (1320)

Sekitar abad ke-14 muncul gaya musik baru yang disebut Ars Nova (Latin) yang berarti seni baru atau Art Nouveau (Prancis). Sebutan Ars Nova tidak menyangkut masalah komposisi tetapi notasi. Perubahan notasi hanya sebagai sarana, sesuai dengan kebutuhan dalam musiknya. Jadi, sistem notasi tidak bersifat mutlak. Perubahan tersebut menghasilkan bentuk bentuk musik kolosal, yaitu motet, canon, dan madrigal. Tokoh tokoh musik Ars Nova antara lain Phillipe de Vitry (1291-1361), Jahannes de Muris (1290-1351), dan Guillaume de Machaut.

Musik Renaisans

Musik Renaisans muncul pada tahun 1350-1600 di Italia. Istilah Renaisans mulai dipakai tahun 1860 yang bertujuan menentukan kesenian pada abad 15-16 di Italia. Akan tetapi ada ahli yang berpendapat bahwa musik Eropa pada abad pertengahan sekitar abad 14 tidak ditentukan oleh musik Italia melainkan musik Prancis. Musik Renaisans digunakan untuk menyebutkan suatu aliran kesenian. Inti dari aliran Renaisans adalah manusia menjadi sadar akan nilainya, manusia sebagai seorang seniman tidak harus mengungkapkan apa yang terjadi di luar manusia, tetapi juga berhak mengungkapkan tentang jati dirinya.

Ciri-ciri yang terdapat pada karya pada Zaman Renaisans adalah:

a. Sifat musik Barat mulai menjadi rasional.
b. Teknik komposisi digunakan secara Rasional sehingga lahirlah teknik kontrapunk.
c. Gaya musik Renaisans disebut gaya polifoni a cappella atau polifoni vokal.
d. Logika dalam musik terungkap dalam komposisinya. Misalnya, komposisi musik Motet bersifat rohaniah, Madrigal bersifat duniawi.

Tokoh musik pada zaman Renaisans, antara lain adalah Christophorus Columbus, Guttenberg, Geovanni Pierlugi da Palestrina, Orlandus Lassus, Giovanni Gabrieli.

Musik Barok

Musik Barok muncul sebagai suatu reaksi terhadap zaman Renaisans. Musik Barok berkembang pada tahun 1600-1750. Barok dalam buku Encyclopedie karya Denis Diderot berasal dari bahasa Portugis artinya baruco atau barocco yang berarti lonjong, seperti mutiara. Pada perkembangan selanjutnya musik Barok melahirkan beberapa jenis musik misalnya opera, oratorio, musik vokal, dan musik instrumental.

Ciri-ciri musik zaman Barok adalah sebagai berikut:

a. Bersifat polifoni (banyak suara).

b. Menggunakan teknik basso kontinuo.

c. Terdapat pengembangan vokal solo pada madrigal dengan diiringi permainan alat musik harpsichord.

d. Lagu lagunya berbentuk strofik, artinya berlaku 1 musik yang sama bagi tiap bait pada syair.

e. Gaya yang dipakai cenderung bersifat monodi dan resitatif, serta banyak menggunakan ornamen (nada hiasan).

f. Teknik modulasi lingkaran kwint belum dipakai. Maka karya musik zaman barok menjadi pendek pendek, hanya berbentuk satu nada dasar atau memakai harmonik kromatik.

Musik barok dapat melahirkan komponis yang terkenal antara lain: G Gagrieli, C Gesualdo, J.P Sweelinck, G Carissimi, J.S Bach, A.Vivaldi, dan G.F Handel.