Minggu, 19 Februari 2017

Keturunan Bangsa Portugis

Setelah Tsunami meluluh lantakkan Aceh 2004 silam, populasi Si Mata Biru pun semakin langka. Banyak dari keturunan mereka yang menjadi korban Tsunami. Sebelum tahun 2004, ditemukan banyak lokasi di Lamno yang menjadi kawasan tempat tinggal keturunan Portugis, sebut saja di daerah Kuala Daya dan Lambeuso.

Berada di bawah kaki Gunung Geurutee, membutuhkan waktu 1, 5 jam dengan jarak tempuh sekitar 81 kilometer dari Banda Aceh untuk sampai ke sana.

Menurut sejarah, ternyata Si Mata Biru adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah Nahkoda Kapten Pinto yang saat itu berlayar ke Malaka (Malaysia) dan sempat berdagang di wilayah Lamno. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511 . Kaum dari Portugis ini kemudian dikenal dengan kaum Porto yang akhirnya berbaur dengan orang Aceh, menikah, dan menetap di Lamno. Inilah yang menjadi cikal bakal sejarah adanya keturunan si Mata Biru di Lamno.

Keturunan Portugis tersebut sudah semakin langka dan hanya bisa ditemukan di daerah Lamee dan salah satu pesantren dekat makam seorang pahlawan Aceh, Poteumeureuhom.

Sebuah kesimpulan pun di dapatkan ketika Orang menanyakan keberadaan Si Mata Biru pada masyarakat setempat. Sebagian besar dari mereka akan menjawab tidak tahu, seperti menutupi lokasi tempat tinggal keturunan Portugis ini.

Hampir Semua Orang Di Indonesia Tidak Pernah Tau Bahwa Ada Presiden Yang Pernah Menjadi Presiden Di Indonesia


Indonesia bukanlah negara yang jumlah Presidennya banyak. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah memiliki 44 Presiden, Indonesia masih dalam hitungan jari tangan sehingga mudah diingat. Tapi coba tanyakan pada anak-anak muda siapa saja nama Presiden Indonesia. Mungkin yang disebut hanya Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY. Ada dua nama yang terlewat, yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr.Assaat.

Faktanya, Sjafrudin Prawiranegara pernah ditugaskan sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada tahun 1948 untuk menjalankan roda pemerintahan dari Bukittinggi, sebab saat itu Soekarno dan Hatta ditangkap Belanda pada Agresi Militer II. Lain lagi dengan Mr.Assaat. Tokoh yang ikut ditangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka bersama Soekarno dan Hatta ini sempat menjadi “Acting Presiden Republik Indonesia” alias pemangku sementara jabatan Presiden sejak Desember 1949 hingga Agustus 1950.

Rabu, 15 Februari 2017

ASAL USUL SUKU TOGUTIL

Suku TOGUTIL adalah salah satu suku yang bermukim di Halmahera Utara dan juga terdapat di wilayah Halmahera Timur. Saat ini sudah banyak dari mereka yang hidup berbaur dengan masyarakat lain.

Satu hal menarik dari suku Togutil ini adalah tentang asal usulnya. Pada awalnya ada sekelompok pasukan Portugis yang menyerang wilayah Halmahera, menyerang berbagai wilayah, terlibat peperangan dengan penduduk setempat termasuk berperang dengan pasukan Korakora dari Kesultanan Ternate, dan juga berperang dengan pasukan Alifuru. Setelah beberapa berperang, mereka akhirnya kehabisan amunisi dan kapal mereka juga telah karam. Sehingga mereka tidak dapat kembali ke negaranya, yang mana pada akhirnya mereka pun membuat sebuah pemukiman di salah satu tempat di Halmahera Utara. Mereka bermukim di daerah Gunung Hum dan kemudian menamakan daerah tersebut Rum yang berarti bahwa daerah itu adalah tempat tinggal orang-orang yang berasal dari Rumawi. Tetapi mereka tidak bisa hidup tenang, karena orang-orang Galela sering mengusik ketentraman mereka. Mereka pun kemudian memilih hijrah ke daerah Tobelo, membuat pemukiman baru di daerah perbukitan Karianga arah selatan daerah Wangongira, Kusuri, lembah Kao, batang sungai kali Jodo menuju arah Tetewang. Perpindahan ini mempertemukan mereka dengan sesama bangsanya yang mengalami nasib sama di sekitar Pasir Putih yang kapalnya karam.
Untuk menghilangkan jejak sebagai orang Portugis, sebagian dari mereka menyatu dengan masyarakat setempat serta mempelajari bahasa Tobelo sambil merobah aksen bahasa asli mereka. Mereka kemudian hidup bergaul dengan orang Tobelo dan Kao yang pada akhinya membuat kebanyakan orang Togutil berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Tobelo Boeng dan Modole. Selain itu mereka juga melakukan kawin-campur dengan penduduk setempat. Upaya ini dilakukan untuk menghindari kejaran pasukan Ternate dan Alifuru terhadap sisa-sisa orang Portugis di Maluku Utara yang lari ke hutan.

Selanjutnya keturunan orang-orang Portugis yang telah kawin campur dengan penduduk setempat ini, hidup dengan cara berpindah-pindah ke daerah yang mereka anggap lebih aman sambil tetap mengembangkan keturunannya. Populasi mereka diketahui berada di hutan di sebelah selatan Halmahera Utara sampai ke hutan Wasilei di Halmahera Timur. Pada umumnya mereka bermukim di tepian sungai. Rumah mereka terbuat dari kayu bulat beratapkan daun rumbia atau daun woka tanpa dinding. Karena telah terlalu lama hidup di tengah hutan, pola hidup mereka pun berubah, dengan peralatan hidup yang sangat sederhana, akhirnya mereka pun menjadi pemakan makanan mentah atau dimasak dengan cara dibakar dengan bambu. Sedangkan air minum hanya diambil dari sungai.

Setelah sekian lama mereka hidup di pedalaman Halmahera Timur ini, terbentuklah suatu komunitas yang disebut sebagai suku Togutil, yang berasal dari orang-orang Portugis yang telah kawin-campur dengan suku-suku setempat.

Perawakan suku Togutil saat ini, masih ada yang memiliki postur fisik mirip dengan postur orang Portugis, berkulit cerah, mata bening kecoklatan serta bertubuh tingi.

Suku Togutil saat ini sudah bukan lagi sebagai suku terasing, hanya saja mereka tetap mempertahankan pemukiman mereka yang berada di pedalaman hutan rimba Halmahera. Walaupun mereka hidup di pedalaman, beberapa kemajuan telah mereka alami dengan hidup dengan cara bercocok tanam berbagai jenis tanaman. Selain itu mereka juga telah ada yang memasak dengan kompor minyak tanah. Segala jenis makanan telah dimasak dengan cara direbus, dipanggang maupun digoreng.

PEMBUATAN PESAWAT PERTAMA DI INDONESIA OLEH B.J HABIBIE

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di  Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH)Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.

Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menhemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.

"Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .......ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........." Papar BJ Habibie.


Pada Awal desember 2012, sebuah film yang berjudul "Habibie dan Ainun" diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.

SEJARAH PERKEMBANGAN HANDPHONE

Kemajuan teknologi seolah-olah dan seakan-akan tidak bisa di bendung dari zaman dan tahun ketahun kemajuan, teknologi semakin pesat baik hanphone maupun computer semakin menjamur baik dari anak Sekolah Dasar (SD) sampai ke orang dewasa dan bahkan ke kakek-kakek semuanya menggunakan baik HP untuk berkomunikasi maupun computer hanya untuk senang-senang. Contoh teknologi yang paling melesat saat ini adalah HP,  mungkin generasi pertama yang muncul pada tahun 1973 yang masih jadul dan bentuknya besar pada tahun ini HP tidak terlalu diminati karena fitur yang kurang menarik kemudian jaringan juga yang belum menyebar luas. Kemudian muncul lagi generasi ke-2 yaitu pada tahun 1990-an, di generasi kedua ini bentunya mulai dimodifikasi, akan tetapi harga yang masih melambung tinggi sehingga hanya sedikit orang untuk menggunakan. setelah itu muncul lagi generasi ke-3 pada tahun 2000-an dan sampai sekarang muncul generasi ke- 4 yang lebih canggih dan keren. Pada tahun 2000-an muncul HP generasi ke-3 atau sering disebut 3G. jaringan 3G ini memberikan operator jaringan atau jangkauan pengguna lebih luas termasuk internet dan video call. Jaringan 3G yaitu GSM, EDGE dan CDMA. Akan tetapi teknologi HP dengan jaringan 3G mempunyai  kelemahan yaitu biaya yang relatif  lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini, akan tetapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian. Setelah itu muncul generasi ke-4 pada tahun 2010 generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro),  CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain. Itulah sejarah singkat perkembangan HP dan jaringan, mungkin kedepan akan muncul lagi fitur dan jaringan yang baru. Semoga info ini bias bermanfaat untuk kita semua.

SEJARAH TAHUN MASEHI

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesardinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain Kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atauJuli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus,menjadi bulan Agustus.

SUKU LINGON

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Manusia bermata Biru sering Kita kaitkan dengan orang Eropa, namun ternyata Manusia bermata biru juga terdapat di indonesia yang tepatnya di suku pedalaman Halmahera. Suku tersebut disebut juga dengan suku Lingon. Dari warna matanya yang biru suku ini berbeda dengan suku suku bangsa yang ada di Indonesia.

Lingon adalah sebuah suku pedalaman yang mendiami Halmahera, Provinsi Maluku Utara Indonesia, yang dikenal karena memiliki ciri fisik ras Kaukasoid yakni berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru, berbeda dengan suku-suku bangsa di Indonesia lainnya yang umumnya memiliki ciri fisik berkulit coklat, bermata coklat kehitaman dan berambut hitam.

Lantaran memiliki ciri fisik ala orang bule, maka nggak heran juga kalau orang-orang Lingon itu sangat cantik dan ganteng. Sayangnya, masyarakat Lingon sendiri seperti tidak menyadari kelebihannya itu. Gara-gara kecantikan luar biasa gadis-gadis Lingon, mereka pernah diculik suku lain untuk dijadikan istri.

Tidak ada ceritanya orang ras Mongoloid bisa menghasilkan keturunan Kaukasoid, kecuali ada silang kawin di antara keduanya. Dengan berbekal teori ini maka dapat disimpulkan bahwa suku Lingon bukanlah orang asli Indonesia. 

Cerita muasal Lingon diawali dari karamnya sebuah kapal asal Eropa di sekitar Halmahera. Kemudian karena harus bertahan hidup, orang-orang kapal ini pun akhirnya menepi dan lama-kelamaan memasuki hutan. Lantaran susahnya akses dan lain sebagainya, mereka pun tak punya pilihan selain menetap dan akhirnya membentuk koloni sendiri yang disebut lingon. Alasan kenapa mereka jadi primitif mungkin karena sudah terlalu lama tinggal di hutan. Pelan-pelan orang Lingon melupakan asal usulnya dan kemudian menyesuaikan diri.

Ciri Fisik

Suku Lingon bukanlah suku yang berasal dari ras weddoid, melanesia, polinesia, ataupun mongoloid seperti kebanyakan penduduk di Halmahera. Mereka termasuk dalam ras kaukasoid, sehingga tampilan fisik mereka lebih menyerupai orang Eropa seperti tubuh yang tinggi, kulit putih, rambut pirang, dan warna mata biru atau hijau.

Dahulu suku lingon sering mendapatkan ancaman dari suku yang hidup di pesisir pantai, salah satunya adalah suku Togutil.

Orang dari suku Togutil kerap berusaha menculik gadis-gadis suku Lingon yang terkenal cantik dengan mata biru mereka. Beberapa suku setempat menganggap Suku Lingon berbahaya, lantaran dikenal memiliki ilmu sihir sehingga mereka juga kadang kala disegani.  

                DI BAWAH INI ADALAH

         GAMBAR GADIS SUKU LINGON



   Wassalamu 'alaikum Wr. Wb